Tentang BIBerita & AgendaProgramPusat DataKeanggotaanMerchandisesLinksBirdkeeping

pada


9 February 2010 - 5:21 pm  

Program Sumba

Hutan sumba

Bagi dunia konservasi, Sumba merupakan salah satu lokasi terpenting bagi keanekaragaman hayati global. Hingga saat ini telah diketahui sampai awal tahun 2007 tidak kurang dari 215 jenis burung, 22 jenis mamalia, 115 jenis kupu-kupu, 7 jenis katak, dan 29 jenis reptile. Dari kesemua kekayaan tersebut, 8 jenis burung, 7 jenis kupu-kupu, 4 jenis katak dan 3 jenis reptile merupakan satwa endemik di Pulau Sumba.

Terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sumba dengan luas 11.051,041 Km merupakan sebuah pulau yang rentan, dengan batuan gamping yang kering serta hanya memiliki hari hujan sebanyak 500 - 800 mm per tahun. Di dominasi oleh hamparan savanna, Sumba memiliki jumlah tutupan hutan primer yang sangat sedikit yaitu 6.5 % dari luasan total daratan.

Pendapatan utama masyarakat Sumba berasal dari sektor pertanian. Untuk kebutuhan hidupnya, mereka juga bergantung pada hasil-hasil hutan seperti kayu, tali, rotan, kemiri dan beberapa umbi-umbian hutan. Berdasarkan beberapa indikator kesejahteraan, Sumba merupakan salah satu daerah dengan kondisi kesejahteraan masyarakat yang rendah di Indonesia. Di sisi lain, kondisi kesehatan pun relatif buruk dengan adanya ancaman malaria endemik di seluruh pulau, kekeringan yang hebat, kegagalan tanam, kegagalan panen, kelaparan merupakan fenomena yang kerap ditemukan di Sumba.

Kepentingan bagi konservasi keanekaragaman hayati, kerentanan ekologis dan kondisi masyarakat yang sangat tergantung pada sumberdaya alam membuat Burung Indonesia menjadikan Sumba sebagai salah satu lokasi prioritasnya. Kegiatan di Sumba dimulai pada tahun 1992, ketika BirdLife International-Indonesia Programme bekerjasama dengan Departemen Kehutanan (Direktorat Jenderal PHPA, sekarang PHKA) melaksanakan beberapa penelitian berkaitan dengan potensi keanekaragaman hayati pulau ini. Pada tahun 1997, Burung Indonesia membuka kantor lapangan Sumba dan memulai kegiatan "Pengelolaan dan pelestarian kolaboratif hutan di Pulau Sumba". Upaya ini bertujuan untuk mencapai kelestarian hutan melalui kemitraan bersama masyarakat dan pemerintah sekaligus menjamin keberlanjutan penghidupan masyarakat di sekitar Taman Nasional Manupeu Tanadaru. Di samping itu, Burung Indonesia juga melaksanakan kegiatan "Pelestarian Burung Kakatua Sumba (Cacatua sulphurea citrinocristata)" melalui pemantauan populasi, penyadartahuan masyarakat dan mendorong penegakan hukum terhadap penangkapan dan perdagangannya, serta mendorong materi konservasi menjadi bagian dari sistem pendidikan formal melalui kurikulum muatan lokal "Hutan dan Burung di Pulau Sumba". Materi ini telah menjadi  kurikulum sekolah dasar di tiga kabupaten (Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya).



Kontak:
Yohanis Balla Djawarai
Kantor Lapangan Sumba
Jl. Ahmad Yani No. 106
Waikabubak 87212
Kab. Sumba Barat
Provinsi Nusa Tenggara Timur
Telepon: +62 387 21840
Fax: +62 387 21840
Email: birdsmb@indo.net.id

© 2004-2010, Burung Indonesia, hak cipta nama, logo, dan karya dilindungi Undang-undang
Last updated: 08 February 2010 - Rancangan laman oleh Burung Indonesia - Kontak laman: webmaster (at) burung.org
Burung Indonesia adalah mitra BirdLife International di Indonesia