Tentang BIBerita & AgendaProgramPusat DataKeanggotaanMerchandisesLinksBirdkeeping

pada


10 September 2010 - 2:55 am  

Program Buru

Gunung Mahu
© 2008/Burung Indonesia

Pulau Buru memiliki nilai konservasi keragaman hayati secara internasional, karena banyaknya jumlah spesies endemik yang ada di dalamnya. Pulau Buru memiliki 10 spesies burung endemik pulau serta 15 spesies endemik Maluku. Lima dari sepuluh spesies burung endemik di Pulau Buru berstatus terancam punah secara global.

Semua spesies burung penetap yang penting untuk konservasi adalah spesies hutan. Dari sepuluh spesies burung endemik Pulau Buru, hanya Perkici Buru Charmosyna toxopei yang hidup terbatas di daerah dataran rendah. Jumlah spesies burung sebaran terbatas, yang merupakan indikator yang baik untuk kepentingan konservasi keragaman hayati, paling tinggi di dalam hutan basah dataran rendah di atas batuan metamorfik dan hutan pegunungan di atas batu kapur. Hampir semua spesies endemik, kecuali Kipasan Buru Rhipidura superflua, ditemukan di hutan basah dataran rendah yang telah dibalak. Hutan pegunungan yang lumutnya melimpah, rupanya merupakan habitat yang lebih disukai oleh burung endemik Opior Buru Madanga ruficollis yang hanya sedikit dikenal dan Isap-madu Buru Lichmera deningeri. Meskipun inventarisasi biologi di Pulau Buru masih sangat terbatas, namun telah diketahui ada sembilan spesies moluska darat, lima belas spesies kumbang Carabidae, tiga spesies belalang, satu spesies kupu-kupu ekor panjang, satu spesies capung, satu spesies biawak dan satu spesies kelelawar merupakan spesies endemik di Pulau Buru. Di Buru juga hidup babirusa Babyrousa babyrussa dalam kondisi populasi yang masih baik.

Menurut data Dirjen PHKA (2006) Hingga saat ini hanya ada dua kawasan konservasi, yaitu Cagar Alam Masbait (6.250 ha) yang berada di ujung timur dan Cagar Alam Masarete (1.598 ha) di ujung barat Pulau Buru. Luasannya yang hanya 1 % dari luas total kawasan hutan di Kabupaten Buru tidak dapat menjamin keterwakilan habitat dan pelestarian satwa endemik. Gunung Kapalat Mada yang diketahui sebagai lokasi terpenting bagi konservasi keanekaragaman hayati di pulau ini pernah diusulkan untuk menjadi suaka margasatwa, saat ini masih berstatus hutan lindung.

Burung Indoesia melakukan survey pendahuluan secara cepat untuk memantau kondisi hutan, burung, masyarakat dan situasi setempat. Selanjutnya berdasarkan situasi saat ini, Burung Indonesia akan mengembangkan program konservasi burung dan habitat kunci di Buru baik melalui upaya pelestarian spesies burung maupun perlindungan dan pemanfaatan kawasan hutan, serta mengintegrasikannya dengan pembangunan wilayah di pulau ini.



Kontak:
Burung Indonesia (Conservation Program)
Jl. Dadali No 32
Bogor 16161, Indonesia
Email: info@burung.org

© 2004-2010, Burung Indonesia, hak cipta nama, logo, dan karya dilindungi Undang-undang
Last updated: 09 September 2010 - Rancangan laman oleh Burung Indonesia - Kontak laman: webmaster (at) burung.org
Burung Indonesia adalah mitra BirdLife International di Indonesia