Skip to content Skip to footer

Burung Air: Pengembara atau Penetap?

Burung air merupakan kelompok burung yang secara ekologis bergantung pada lahan basah (wetlands). Di Indonesia, berdasarkan pergerakannya dapat dibagi menjadi dua kelompok, yakni burung penetap dan pengembara (migratory). Burung penetap berarti seluruh bagian atau siklus hidupnya berada di wilayah Indonesia, sementara burung pengembara secara teratur melakukan pergerakan antara lokasinya berkembang biak ke satu atau lebih lokasi tidak berbiak. Burung-air pengembara yang singgah di wilayah Indonesia sebagian besar berasal dari kelompok burung pantai (shorebird) dari famili Charadriidae dan Scolopacidae hanya singgah untuk mencari makan di tempat persinggahannya, sehingga tidak pernah ditemukan telur atau anaknya di sini.

Kelompok burung penetap ada yang berbiak secara soliter, seperti bangau sandang-lawe (Ciconia episcopus) dan beberapa jenis bebek (Anatidae). Ada pula yang berkembang biak secara berkelompok/koloni dengan spesies yang sama atau dengan lainnya seperti kelompok burung kuntul (Egretta spp.), yang bersarang di cabang-cabang pohon. Meski begitu, terdapat beberapa jenis yang meletakkan sarangnya di atas permukaan tanah, seperti kuntul karang (Egretta sacra) dan burung-burung picisan (Metopidius indicus). Ada juga yang meletakkan sarangnya di dalam lubang pohon seperti kelompok bebek (Anatidae).

Biasanya, burung pengembara dari utara berkembang biak di bulan Mei sampai Juli yang bertepatan dengan musim panas di bumi belahan utara. Setelah periode tersebut, pada bulan Agustus sampai September burung-burung mulai melakukan migrasi karena musim dingin akan datang. Perjalanan ini dilakukan karena bumi di bagian selatan memiliki suhu yang lebih hangat dan menyimpan banyak makanan. Selama bermigrasi, mereka akan mencari makanan sebanyak-banyaknya selama bulan November hingga Maret dan kemudian kembali lagi ke lokasi asalnya pada bulan Maret sampai Mei untuk berkembang biak. Suaka Margasatwa Pulau Rambut yang berada di Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta menjadi salah satu habitat penting bagi burung air di Indonesia. Pulau yang memiliki luas 45 hektare ini merupakan menjadi salah satu dari 228 Daerah Penting bagi Burung dan Keragaman Hayati di Indonesia, juga kawasan penting bagi kelestarian dan fungsi lahan basah di dunia (Ramsar Site). Pulau yang bersebelahan dengan Pulau Untung Jawa juga menjadi tempat singgah bagi burung migran asal Pulau Christmas, Australia, yakni cikalang christmas (Fregata andrewsi) yang termasuk kategori Kritis pada status keterancam-punahan menurut daftar merah (red list) yang dikeluarkan oleh Badan Konservasi Dunia atau International Union for Conservation of Nature (IUCN).

id_IDIndonesian