Skip to content Skip to footer

#15thnBurungIndonesia: Pengelolaan Bentang Alam Mbeliling, Rencana Strategis dari Akar Rumput

Bentang alam dari puncak tertinggi di Mbeliling (Foto: Burung Indonesia)

Kabupaten Manggarai Barat kini lebih dikenal sebagai satu-satunya lokasi untuk menyaksikan kadal purba komodo. Padahal keistimewaan daratan di bagian barat Pulau Flores ini tersebar di berbagai penjuru. Ada tarian caci yang atraktif, danau vulkanik terbesar, berbagai air terjun indah, dan sistem persawahan unik menyerupai jaring laba-laba.

Selain ragam wisata, Manggarai Barat menyimpan ragam kekayaan hayati luar biasa. Setidaknya ada lima jenis burung endemis di kawasan ini, yakni kehicap flores (Symposiachrus sacerdotum), celepuk flores (Otus alfredi), serindit flores (Loriculus flosculus), gagak flores (Corvus florensis), dan perkici flores (Trichoglossus weberi). Sebagian besar ragam hayati tersebut berada di bentang alam Mbeliling, yang juga menjadi sumber air bagi masyarakat di Manggarai Barat.

Berdasarkan kondisi hidrologinya, kawasan hutan di Mbeliling merupakan hulu bagi sungai-sungai yang mengalir ke arah barat dan selatan di Manggarai Barat. Masyarakat di Labuan Bajo menggantungkan kebutuhan air minum mereka dari kawasan ini. Dengan demikian, ekosistem Mbeliling tidak hanya penting bagi aksi konservasi keragaman hayati, tetapi juga menjadi kawasan yang penting sebagai daerah tangkapan air.

Kemiri, salah satu komoditas utama masyarakat petani di Mbeliling. (Foto: Burung Indonesia/Barend van Gemerden)

Berangkat dari hal tersebut, Burung Indonesia mendorong kegiatan pengelolaan bentang alam Mbeliling secara berkelanjutan dengan menguatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam sejak 2007. Program ini bekerjasama dengan Kabupaten Manggarai Barat, Balai Besar KSDA NTT, serta kelompok masyarakat di 27 desa di kawasan bentang alam Mbeliling.

Berangkat dari kelompok-kelompok desa yang bergabung dalam Forum Peduli Kawasan Mbeliling (FPKM), Burung Indonesia Program Flores terus melakukan serangkaian proses pelatihan dan diskusi terkait isu-isu lingkungan, sosial-ekonomi, hingga program pembangunan pemerintah. Forum ini pula yang mendorong terbentuknya koperasi yang sukses memasarkan komoditas wanatani seperti kemiri yang lebih menguntungkan dan berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat merespon inisiatif pembentukan FPKM dan menghimpun anggota kelompoknya dalam Komite Mbeliling. Komite ini terdiri dari perwakilan pihak pemerintah dan kelompok masyarakat. Komite ini tidak berdiri tanpa prestasi. Melalui proses yang cukup panjang, Komite Mbeliling berhasil menyusun dokumen Rencana Strategis Pengelolaan Bentang Alam Mbeliling (RS-BAM) pada 2014 untuk mewujudkan bentang alam Mbeliling yang produktif.

Untuk mendiseminasikan rencana tersebut, Burung Indonesia bersama Komite Mbeliling memperkenalkan pendekatan pengelolaan bentang alam sebagai perwujudan konsep pembangunan berkelanjutan yang sesuai dengan visi pembangunan Kabupaten Manggarai Barat. Komite Mbeliling kemudian mengusulkan draft Peraturan Bupati tentang Pengintegrasian Rencana Strategis Bentang Alam Mbeliling ke dalam perencanaan pemerintah daerah.

Bersama kelompok petani hutan di Desa Poco Gelo Kempo, Kecamatan Mbeliling. (Foto: Burung Indonesia)

Pada 2015, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mewujudkan rencana tersebut ke dalam Peraturan Bupati (Perbup) Manggarai Barat No. 12 Tahun 2015 tentang Pengintegrasian Rencana Strategis Bentang Alam Mbeliling. Perbup ini menjadi landasan bagi para pihak untuk menetapkan kebijakan dan melaksanakan berbagai program di Bentang Alam Mbeliling.

Pada dasarnya, RS-BAM mengacu pada tiga prinsip pengelolaan, yakni prinsip partisipatif yang menjamin keterlibatan dan mengakomodasi aspirasi dan kepentingan para pihak; prinsip keserasian ekologis untuk kelestarian keragaman hayati dan keberlanjutan jasa lingkungan; dan prinsip penghidupan berkelanjutan untuk menjamin peningkatan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.

***

Penerbitan artikel ini merupakan bagian dari rangkaian publikasi menyambut ulang tahun Burung Indonesia yang ke-15 tahun. Setiap tanggal 15 selama 2017 kami akan mempublikasikan beragam artikel mengenai capaian-capaian terbaik yang telah Burung Indonesia raih selama 15 tahun bekerja di rumah bagi 1769 jenis burung ini.

id_IDIndonesian