Skip to content Skip to footer

Sangihe

Deskripsi Wilayah

Kabupaten Kepulauan Sangihe terletak di provinsi Sulawesi Utara dengan luas wilayah 73.700 ha.  Bentuk wilayahnya yang berupa kepulauan membuat Sangihe berperan sebagai tempat spesiasi satwa dan jembatan bagi burung – burung yang bermigrasi dari belahan bumi utara menuju selatan. Bersama Talaud, Sangihe ditetapkan sebagai Endemic Bird Area (EBA), salah satu dari 33 Important Bird and Biodiversity Area (IBA) di Sulawesi, dan Key Biodiversity Area (KBA). Lautnya kaya akan terumbu karang, ikan hias dan ikan untuk konsumsi seperti tuna, tongkol dan cakalang.

Gunung Sahendaruman adalah satu–satunya tempat di Pulau Sangihe yang masih memiliki hutan alam dan menjadi benteng perlindungan terakhir bagi satwa endemik dan terancam punah. Kawasan ini terdiri dari hutan primer, dengan tutupan tanaman asli, dan hutan sekunder, yaitu tutupan hutan muda yang terbentuk dari tanaman pohon yang bertumbuh pada lahan perkebunan yang ditinggal penggarapnya. Luasan tersebut berpotensi akan semakin berkurang seiring dengan laju pertumbuhan penduduk dan kebutuhan lahan yang terus meningkat.

Pendugaan populasi secara berkala, survei keanekaragaman hayati dan analisis kondisi habitat baik di dalam maupun di luar kawasan yang kaya akan hewan endemik ini mencatat sepuluh jenis spesies dan delapan subjenis burung (Burung Indonesia, 2014), tiga mamalia, dua reptil dan satu insekta.

Selain merupakan habitat berbagai hewan endemik, Sahendaruman juga merupakan daerah tangkapan air bagi 70 sungai yang mengalir di Sangihe, mendukung produktivitas pertanian dan berperan penting dalam mengendalikan risiko bencana alam. Di kawasan ini juga terdapat ruang pertanian, perkebunan, dan ruang pemukiman kampung. Wilayahnya meliputi kecamatan Manganitu, Tamako, Manganitu Selatan, Tabukan Selatan dan Tabukan Tengah, dan setidaknya masuk dalam wilayah pemerintahan 24 kampung.

Mayoritas penduduk Sangihe bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan. Menurut data statistik, Kepulauan Sangihe termasuk tiga besar ekonomi nelayan terbanyak di Provinsi Sulawesi Utara. Selain kekayaan biota, Sangihe memiliki potensi wisata alam dan kekayaan mineral berupa emas.

Kegiatan Utama
  • Tata kelola kehutanan secara partisipatif.

    Tata kelola kehutanan
  • Survei keanekaragaman hayati.

    Survei keanekaragaman hayati
  • Kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam aksi konservasi.

    Kolaborasi

    Berita Terkait

    id_ID