Skip to content Skip to footer

Halmahera

Deskripsi Wilayah

Pulau Halmahera adalah pulau terbesar di gugusan kepulauan Maluku yang terletak di Provinsi Maluku Utara. Terbagi menjadi enam wilayah kabupaten dengan total luas daratan sebesar 17.780 Km2. Daratan ini membentang membentuk semenanjung besar yang sebagian besar daratannya ditutupi hutan alam. Puncak tertinggi berada pada ketinggian 1.560 mdpl. Tutupan hutan didominasi oleh hutan sekunder dan primer, membentang membentuk gugusan perbukitan dan daratan rendah. Terdapat satu kawasan konservasi di Pulau Halmahera yaitu Taman Nasional Aketajawe Lolobata yang terbagi menjadi dua wilayah blok hutan yaitu blok hutan Aketajawe dan Lolobata.

Masyarakat di pulau ini banyak tinggal di daerah-daerah pesisir. Terdapat beragam suku yang tinggal, diantaranya Tobelo, Ternate, Tidore, Makian, Bugis, Buton, Sangihe, Minahasa, Sunda, dan Jawa. Potensi sumber daya alam yang digunakan sebagai sumber mata pencarian utama oleh masyarakat desa-desa adalah kelapa, pala, cengkeh, dan kayu. Di sektor industri potensi mineral terbesar adalah nikel dan emas.

Pulau Halmahera merupakan rumah bagi 252 jenis burung yang 26 jenis diantaranya burung endemis Maluku Utara, dan empat di antaranya hanya bisa ditemui di Pulau Halmahera yaitu mandar gendang, cekakak murung, kepudang halmahera, dan kepudang-sungu halmahera.

Karena memiliki keanekaragaman hayati yang sangat unik, seorang penjelajah terkenal bernama Alfred Rusell Wallace pada abad 19 mengunjungi Halmahera dan pulau-pulau satelitnya hingga mendapatkan inspirasi terbesar tentang adaptasi dan asal muasal keragaman spesies yang menjadi cikal bakal teori evolusi mahluk hidup.

Kegiatan Utama
  • Survei populuasi burung paruh bengkok.

    Survei Populasi
  • Peningkatan komitmen multipihak dalam penegakan hukum perdagangan satwa liar.

    Forum multipihak
  • Kampanye publik dan anak muda terkait paruh bengkok.

    Kampanye publik
  • Peningkatan mata pencaharian masyarakat melalui praktik pertanian organik di lahan pekarangan.

    Pertanian berkelanjutan
    id_ID