Skip to content Skip to footer

Luntur Jawa: Jelita dari Tanah Priangan

Luntur jawa (Apalharpactes reinwardtii)  dikenal sebagai burung endemis bagian barat Pulau Jawa. Keberadaan jenis ini terpantau di tujuh hutan pegunungan di Jawa Barat: Gunung Halimun, Gunung Salak, Gunung Gede-Pangrango, Gunung Patuha-Tilu, Gunung Wayang, Gunung Papandayan, dan Ciwidey. Namun, satu-satunya lokasi dimana jenis ini mudah ditemukan adalah di Gunung Halimun.

FEB_1152_864

Burung dengan nama alias luntur gunung ini juga dapat dengan mudah diidentifikasi karena warna bulu-bulunya yang cerah. Bagian atas tubuhnya didominasi warna biru kehijauan, terkecuali pada ekor yang berwarna biru tua. Warna kuning hampir menutupi seluruh bagian bawah burung ini, sedangkan bagian dadanya tertutupi warna hijau tua. Paruh merah dan bagian kulit terbuka berwarna biru di sekeliling mata semakin mempercantik tampilan burung ini.

Anggota keluarga Trogoniidae ini sempat menjadi satu spesies dengan luntur sumatera (Apalharpactes mackloti). Karena perbedaan morfologi, kedua burung ini dipisahkan menjadi spesies tersendiri. Dibandingkan tubuh kerabatnya di Sumatera yang lebih kecil, panjang tubuh luntur jawa dewasa bisa mencapai 34 cm.

Populasi luntur jawa diperkirakan hanya tersisa beberapa ratus pasang, dengan estimasi ada lebih dari 250 individu luntur jawa dewasa yang menempati kawasan hutan di Gunung Gede dan Halimun (C. Robson in litt. 2013). Meskipun sebagian besar habitat burung ini telah dipagari sebagai kawasan lindung, jumlahnya diduga akan terus menurun jika alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian dan pemukiman, serta ancaman penangkapan liar terus terjadi.

Pemerintah Indonesia telah memasukkan luntur jawa ke dalam daftar burung yang dilindungi melalui Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Selain itu, Badan Konservasi Dunia (IUCN) pun telah menetapkan burung ini sebagai jenis yang terancam punah secara global dengan status Rentan (VU).

***

Luntur jawa menjadi objek untuk tema Wallpaper Burung Indonesia bulan Februari 2017. Bantu kami untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keberadaan “si cantik dari Tanah Priangan” yang terancam punah ini.  Klik tautan berikut: https://flic.kr/s/aHskRBu9kd

id_IDIndonesian