Skip to content Skip to footer

Penandaan Burung Laut Terlangka di Dunia

Dara-laut cinta (Thalasseus bernsteini) merupakan burung laut terlangka di dunia dengan perkiraan jumlah individu yang tersisa saat ini kurang dari 100 ekor. Individu jenis ini diyakini menghabiskan waktu musim dinginnya untuk bermigrasi ke sejumlah negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Saat ini, satu-satunya tempat di Indonesia yang diketahui menjadi lokasi migrasi dara-laut cina berada di perairan Pulau Seram bagian utara, Provinsi Maluku.

Pada 2016 dan 2017, Burung Indonesia bekerja sama dengan BirdLife International Asia Division dalam dua kunjungan lapangan di Seram mendapatkan beberapa petunjuk terkait populasi spesies ini pada periode musim dingin, namun belum ada situs baru yang ditemukan. Untuk memahami pergerakan migrasi dara-laut cina secara umum dan mengoptimalkan upaya konservasi untuk burung-laut yang terancam punah secara global, telah dilakukan penandaan satelit pada jenis dara-laut jambul (Thalasseus bergii) di perairan Pulau Seram bagian utara pada 7-13 Februari 2018 lalu.

Dara-laut yang menjadi target ditangkap menggunakan jebakan jaring-busur (bow net trap) saat air pasang di lokasi bertengger. Penangkapan dan penandaan burung dilakukan oleh anggota tim dengan pengawasan dari LIPI/IBBS (Indonesia Bird Banding Scheme) serta pakar asing yang memiliki pengalaman sangat baik dalam menangani spesies dara-laut.

“Secara keseluruhan operasi penandaan kami berhasil 95%, sisanya adalah dara-laut cina belum berhasil tertangkap dan ditandai. Namun, kami berhasil menandai tujuh burung dara-laut jambul. Ini capaian luar biasa, karena selain penandaan, ini  juga merupakan pemasangan satelit tag pertama untuk burung laut di Indonesia. Harapannya kita bisa melihat kemana saja burung ini bermigrasi, khususnya di wilayah Indonesia hingga ke depannya mudah-mudahan kita dapat melihat lokasi di perairan Indonesia yang penting untuk dara-laut cina,” ujar Ferry Hasudungan, Biodiversity Conservation Specialist Burung Indonesia.

Tiga individu yang tertandai memiliki kode terukir tiga digit dan juga cincin logam permanen pada kaki lainnya. Setelah kegiatan penandaan, diharapkan jalur migrasi burung yang telah tertandai dapat terpantau. Beberapa mahasiswa (dari Universitas Pattimura dan Hongkong University) juga turut serta terlibat dalam kegiatan ini sebagai bagian dari edukasi dan penyebar-luasan informasi terkait upaya konservasi burung dara-laut di Indonesia.

Konektivitas kawasan konservasi perairan di Indonesia

Upaya pemasangan cincin penanda pada jenis burung dara-laut ini sejatinya tidak hanya untuk mengetahui jalur migrasi dan lokasi dara-laut cina di Indonesia, tetapi juga sebagai pendorong upaya konservasi burung laut di Tanah Air. Pasalnya, Indonesia memiliki keragaman burung laut yang sangat kaya dan menjadi habitat yang penting bagi kelompok burung-burung tersebut. Bukan hanya burung penetap, namun juga burung laut yang bermigrasi dari belahan bumi bagian utara maupun dari selatan. Sayangnya, burung laut belum menjadi indikator yang kuat untuk mendorong pembentukan kawasan konservasi perairan di Tanah Air. Padahal, perannya bagi ekosistem perairan amat besar.

Burung laut sangat membantu untuk mengidentifikasi kawasan laut dengan nilai konservasi keanekaragaman hayati yang tinggi. Namun, hingga saat ini informasi tentang keberadaan situs penting burung laut di Indonesia masih kurang, sehingga diperlukan lebih banyak penelitian atau kajian mengenai burung laut untuk mengoptimalkan aksi konservasinya di Indonesia.

Burung laut relatif lebih mudah diamati daripada banyak spesies laut lainnya (misalnya: ikan dan atau mamalia laut) dan juga merupakan kandidat tepat yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan melindungi daerah untuk kepentingan beragam komunitas laut.

Burung laut juga merupakan pemangsa tingkat menengah yang penting (Mesopredators), melacak area produktivitas dan kelimpahan ikan, dan mengidentifikasi ciri-ciri oseanografi penting yang penting bagi banyak spesies seperti daerah frontal, arus pasang surut, daerah upwelling, shelf breaks, dan hal terkait lainnya. Kegiatan penandaan ini, diharapkan dapat memperkuat upaya konservasi burung di kawasan perairan, sebab sebagai bagian dari ekosistem perairan, burung juga memiliki peran yang amat penting.

id_IDIndonesian