Skip to content Skip to footer

Selamat Jalan, Pak Eff…

Perhimpunan declarator“Pak Eff,” begitu kami biasanya memanggil sosok Effendy A. Sumardja. Pada sebuah foto bertanggal 15 Juli 2002 beliau tampak menjadi pria paling kecil, mengenakan jas dan berdasi necis, berdiri berdampingan dengan para deklarator Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia. Jumat, 17 Maret 2017, Pak Eff tertidur. Seperti biasa, wajahnya selalu tampak teduh. Lantunan ayat-ayat suci Al-Quran terdengar mengalun dengan khidmat. Sekitar pukul 14.40 WIB, Pak Eff menghembuskan nafas terakhirnya. Beliau telah beristirahat dengan tenang.

Kehidupan Pak Eff penuh dengan petualangan. Ia lahir di Kota Langsa, 21 Februari 1942. Hampir sebagian hidupnya ia abdikan bagi dunia konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia. Salah satu pendiri Burung Indonesia ini berjuang dengan gigih agar cita-citanya untuk menyelamatkan hutan dataran rendah kering terakhir di Pulau Sumatera dapat tercapai. Kini “anak” dari buah gigih perjuangannya itu telah terwujud. Kami menyebutnya sebagai Hutan Harapan; restorasi ekosistem pertama di Indonesia.

Semasa hidupnya, Pak Eff sempat menduduki posisi prestisius dalam bidang konservasi di tingkat nasional maupun internasional. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Konservasi Alam Dirjen Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam (PHPA) Departemen Kehutanan (kini Kementerian LHK). Pak Eff juga sempat menduduki posisi direktur di sejumlah lembaga konservasi alam, mengonsep banyak gagasan tentang kawasan taman nasional, bahkan juga seorang dosen.

Rapat Anggota Perhimpunan Burung Indonesia (2016)Beliau tak pernah pelit membagikan ilmu dan pengetahuan yang selalu ia pupuk selama hidup. Di usia senja, pemikirannya masih sangat cemerlang. Bahkan, Pak Eff ini senang juga beraktifitas di sosial media mengikuti generasi terkini. Maka tak heran banyak anak muda yang selalu mengelilingi beliau untuk menyerap sari-sari pengetahuan, atau sekadar mendapatkan petuah bijak. Sebagai tokoh konservasi, kecemerlangan Pak Eff adalah kombinasi dari ilmu pengetahuan mengenai lingkungan hidup dan pengalaman hidupnya yang kaya. Ia mengerti bagaimana proses pengambilan keputusan di tingkat nasional dan mengenal baik sosok-sosok pengambil keputusan.

Di samping itu, Pak Eff juga sangat memahami tantangan yang ia hadapi di lapangan saat mengimplementasikan dan mengembangkan praktik konservasi yang baik dan efektif. Ia adalah sosok yang selalu siap untuk memberikan masukan dari berbagai macam aspek. Sejak Mei 2008 hingga nafas terakhirnya berembus, Pak Eff aktif memimpin manajemen PT Restorasi Ekosistem Indonesia (REKI) sebagai pengelola Hutan Harapan.

Memang berat melepas sosok Pak Eff, bukan hanya karena jasanya yang begitu besar, tetapi juga karena kehangatan sebagai seorang “bapak” pada akhirnya harus kami ikhlaskan. Sudah 15 tahun ia mendampingi Burung Indonesia dari kondisi tertatih hingga bisa berdiri tegak di atas kaki sendiri. Tapi, semangat dan komitmennya terhadap dunia konservasi di Tanah Air takkan pernah padam. Mendirikan Burung Indonesia dan membangun Hutan Harapan hanya sedikit contoh nyata. Api semangatnya akan terus kami jaga dan pelihara. Selamat jalan, Pak Eff..

KARTU DUKA CITA PAK EFFENDY (DIGITAL)

id_IDIndonesian