Skip to content Skip to footer

First International Birdwatching Fair di Fuzhou, Tiongkok

First International Birdwatching Fair di Fuzhou, TiongkokSepuluh tahun yang lalu, kegiatan pengamatan burung di Tiongkok belum begitu dikenal masyarakat. Sebagai perbandingan, dari sekitar 1,2 milyar penduduknya saat itu, hanya sekitar seribu orang saja yang memiliki minat mengamati burung. Itu dulu. Sekarang, jumlahnya mencapai ratusan ribu orang dan terus bertambah. Puluhan komunitas pengamat burung juga berdiri dan tersebar seantero Tiongkok.

Serunya para pengamat burung berkumpul ini terlihat pada acara First International Birdwatching Fair di Fuzhou, Provinsi Fujian, 29 Maret 2014 lalu. Acara yang diselenggarakan oleh Fujian Birdwatching Society ini menyoroti pentingnya ekologi dalam peradaban masa kini. Terutama, peran generasi muda dalam menjaga kehidupan yang seimbang (Ecological Civilization and The Responsibility of Youth).

Presiden Fujian Birdwatching Society, Yang Jin, mengatakan bahwa acara yang untuk pertama kalinya diadakan di Tiongkok ini tidak dikhususkan bagi pengamat burung semata. Tetapi juga, sebagai ajang menarik perhatian masyarakat luas dan pemerintah Tiongkok mengenai perlindungan burung. “Provinsi Fujian yang memiliki 550 jenis burung, merupakan area penghubung jalur konservasi penting bagi jenis burung migrasi di dunia. Hal ini menjadikan Fujian sebagai contoh pusat pengembangan peradaban ramah lingkungan,” tutur Yang Jin.

Lebih dari 40 organisasi turut berpartisipasi dalam acara ini, delapan diantaranya merupakan organisasi konservasi internasional yang berada di bawah payung BirdLife International, termasuk Burung Indonesia. Selain itu, komunitas pengamat burung dari daratan Tiongkok, Hong Kong, Taiwan, organisasi pemerintah dan organisasi konservasi yang bekerja di Tiongkok turut meramaikan acara ini. Diperkirakan, sekitar 20.000 pengunjung yang kebanyakan anak muda, menyemarakkan acara ini.

Sambutan hangat ditunjukkan pengunjung kala mengunjungi stan Burung Indonesia. Mereka antusias melihat jenis-jenis burung unik yang ada di Indonesia seperti julang sulawesi, burung-madu sangihe, kakatua sumba, hingga walik benjol. Pengunjung juga terkesan kala mengenali jenis-jenis burung yang ada di Indonesia dan ternyata ada di negara mereka seperti cucak kutilang, betet biasa, kepudang kuduk-hitam, juga burung-gereja erasia.

Pada hari yang sama, diadakan juga diskusi konservasi internasional yang bertempat di Agriculture and Forestry University. Di kesempatan itu, Burung Indonesia berbagi pengalaman mengenai penyadartahuan dan pendidikan lingkungan yang terus dilakukan di Indonesia sejak 20 tahun lalu. Diskusi ini juga menyinggung pentingnya kerjasama antarnegara, khususnya yang berada di jalur migrasi burung Asia-Australasia. Di Fujian sendiri, jumlah pengamat burungnya telah mencapai 1.500 orang.*

id_IDIndonesian