Skip to content Skip to footer

Semarak Perayaan Ulang Tahun Burung Indonesia di Ternate

Perayaan Ulang Tahun Burung Indonesia ke-10 yang jatuh pada 15 Juli berlangsung semarak di Kota Ternate. Rangkaian kegiatan yang memeriahkan acara tersebut adalah pameran foto, birdwatching, dan diskusi publik yang mengangkat isu “Pelestarian Keragaman Hayati di Danau Tolire”.

Pameran foto yang dilaksanakan tanggal 12-14 Juli di Jarod Café menampilkan hasil jepretan satwa liar di sekitar Danau Tolire. Foto yang ditampilkan antara lain adalah elang tiram (Pandion haliaetus), titihan telaga (Tachybaptus ruficollis) serta buaya muara (Crocodilus porosus).

Sabtu pagi (14 Juli), dilakukan kegiatan pengamatan burung (birdwatching) di seputaran Danau Tolire. Kegiatan ini diikuti berbagai pihak seperti Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah Maluku Utara, Balai Taman Nasional Aketajawe-Lolobata, pemerhati lingkungan, dan mahasiswa. Beberapa aktivis LSM seperti Walhi, LML, dan PILAS turut meramaikan acara tersebut.

Dari hasil pengamatan, beberapa jenis burung yang berhasil diidentifikasi adalah kakatua putih (Cacatua alba), cekakak biru-putih (Halcyon diops), betet-kelapa paruh-besar (Tanygnathus megalorynchos), kirik-kirik australia (Merops ornatus) dan titihan telaga.

Malam harinya, diskusi interaktif “Pelestarian Keragaman Hayati di Danau Tolire” digelar. Tampil sebagai pembicara adalah Ria Saryanthi (Head of Conservation Burung Indonesia), Herman Oesman (Dosen Sosiologi Fisip UMMU), A Malik Ibrahim (Kepala Dinas Tata Kota dan Pertamanan Kota ternate), serta perwakilan dari Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kota Ternate.

Dari diskusi terungkap bahwa Tolire menyimpan kekayaan hayati dan khususnya burung terdapat sekitar 42 jenis. Kekayaan hayati ini hingga kini belum mendapat perhatian dan pengelolaan secara baik untuk dikembangkan menjadi potensi wisata minat khusus seperti pengamatan burung.

Diskusi juga menyinggung masalah pengelolaan Danau Tolire yang harus segera dibenahi dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan berencana menjadikan Danau Tolire sebagai kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura) yang pengelolaannya akan melibatkan masyarakat. *

id_IDIndonesian