Skip to content Skip to footer

Yang Muda yang Berkarya untuk Pelestarian Alam di Maluku Utara

Kakatua putih dan kasturi ternate merupakan jenis paruh bengkok khas Maluku Utara yang sering ditangkap dan diperdagangkan hingga ke luar negeri. Untuk mengkampanyekan pelestarian kedua jenis Burung tersebut, serta memperkenalkan Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) secara luas, Burung Indonesia bersama Balai TNAL mengadakan pameran konservasi bertajuk “Mutiara Hijau di Jantung Halmahera”. Pameran berlangsung dari tanggal 16 hingga 19 Januari 2014 di Atrium Jatiland Mall, Ternate.

Pameran (Foto: Bi/Irfan Rosyadi)

Burung Indonesia pada pameran ini menampilkan 14 foto tentang burung dan satwa yang mendapat banyak perhatian dari para pengunjung. TNAL sendiri lebih menonjolkan foto kegiatan seperti pengamanan kawasan, penyitaan tumbuhan dan satwa illegal, serta potensi wisata seperti lokasi pengamatan burung, air terjun, gua, serta sungai.

Pada kesempatan ini, anak-anak sekolah tingkat dasar mulai diperkenalkan akan keberadaan flora fauna Maluku Utara. Mereka berpartisipasi dalam lomba menggambar bertema keindahan alam beserta flora dan fauna, serta lomba mewarnai tentang kehidupan harmoni alam dan manusia. Sedikitnya, 50 siswa mengikuti lomba ini.

Kaum muda pun tak mau ketinggalan. Para pelajar dan mahasiswa turut berpartisipasi dalam pentas seni yang menampilkan pertunjukan musik, teater, puisi, dan video tentang kelestarian alam hasil kreasi pelajar dan mahasiswa. Video animasi dari Mapala Mc_Pal dari AIKON Ternate tentang pentingnya melestarikan hutan dan air sebagai habitat satwa serta video ajakan untuk menghentikan penangkapan dan perdagangan paruh bengkok sangat menarik untuk dilihat.

Secara keseluruhan, pameran empat hari ini menarik perhatian banyak pengunjung karena menampilkan potret wajah Maluku Utara dari sisi pelestarian alam. Para pengunjung, berharap pameran seperti ini digelar setiap tahun.

Upaya pelestarian jenis yang efektif, tidak hanya bergantung pada pemahaman mengenai bio-ekologi dari spesies tersebut saja. Kesadaran dan keterlibatan masyarakat, termasuk anak-anak sebagai generasi selanjutnya, sangat penting dalam upaya pelestarian. Mereka yang diharapkan akan terus menggawangi keberlangsungan keberhasilan upaya pelestarian.

id_IDIndonesian