Skip to content Skip to footer

Pambadi Guntur Sang Penunggu Sungai

Dari bawah, corak tubuhnya mirip lollipop. Paruhnya tebal dengan bagian atas biru muda cerah dan bagian bawah kuning cerah. Sementara tenggorokan, dada dan perutnya merah darah dengan kalung hitam pada leher.

SEPT_1280_800Dari sisi atas, sempur-hujan sungai justru tampak hitam legam dengan sedikit corak merah pada tunggir dan garis putih pada sayapnya. Corak tubuhnya yang aneka warna dan mencolok itu kontras dengan suaranya yang parau, hampir menyerupai suara tonggeret. Namun, suara kepakan sayapnya terdengar berat laksana guntur. Cocok dengan sebutan masyarakat Dayak untuk Black and Red Broadbill ini yaitu Pambadi Guntur.

Burung penghuni hutan dataran rendah ini tersebar luar dari Myanmar, Kamboja, Thailand, Malaysia, hingga Indonesia. Namun, di Indonesia sempur-hujan sungai hanya dapat dijumpai di Sumatera dan Kalimantan. Sama dengan kerabatnya, sempur-hujan darat. Bedanya, sempur-hujan sungai memiliki paruh lebih besar dibanding kerabat-kerabatnya yang lain, serta tunggir merah yang menjadi ciri khasnya.

“Selain itu, burung ini lebih sering berada di pinggiran hutan di sepanjang sungai, aliran air atau jalan,” ujar Jihad, Bird Conservation Officer Burung Indonesia. Di sekitar sungai itulah burung bernama latin Cymbirhynchus macrorhynchos ini berburu pakan favoritnya. Biasanya sempur-hujan sungai bertengger di tajuk atas maupun bawah yang terbuka untuk memburu serangga, kepiting, siput maupun ikan kecil.

Sempur-hujan sungai juga bersarang di pepohonan di sekitar aliran sungai. Bentuk sarangnya pun unik, memanjang dan menggantung di cabang pohon. Biasanya sarang tersebut memiliki lubang di bagian tengah, tempat sempur-hujan sungai keluar-masuk. *

id_IDIndonesian