Skip to content Skip to footer

Komodo di Tanjung Kerita Mese

komodo-300x225Penelitian Balai Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Timur bersama tim dari Burung Indonesia dan Komodo Survival Program membuktikan beberapa ekor komodo hidup di hutan Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo dan Tanjung Kerita Mese, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat. Penemuan itu menegaskan temuan anak komodo di tempat yang sama oleh tim film dokumenter Burung Indonesia pada 2010 silam.

Survei di Golo Mori dilakukan pada 30 Juni hingga 3 Juli 2013, sementara di Tanjung Kerita Mese dilakukan pada tanggal 24 hingga 27 September 2013, menggunakan 7 unit kamera jebak. Kamera tersebut diikat di pohon dan disebar secara acak teratur dengan jarak kurang lebih 500 meter, serta diaktifkan selama tiga hari. Berdasar foto tersebut, diperkirakan masih ada setidaknya 5 ekor komodo di Golo Mori dan 7 ekor di Tanjung Kerita Mese.

Dalam buku The Komodo Dragon yang terbit tahun 1999, Claudio Ciofi, peneliti komodo dariUniversità Degli Studi Firenze menyebutkan bahwa sebaran komodo di Flores berdasar data tahun 1970 mencakup pantai selatan, barat daya, barat, dan utara Flores bagian barat. Daerah itu antara lain Tanjung Kerita Mese-Golo Mori, Wae Wuul, Reo, Pota, dan Riung. Namun, dari beberapa lokasi di Flores yang disurvei pada tahun 1997, Ciofi hanya menemukan komodo di Wae Wuul, Pota dan Riung. Meskipun demikian, ia memperkirakan sekitar 2.000 komodo masih hidup di daratan Flores dan tersebar di beberapa tempat. Sayangnya, sebagian besar habitat komodo di Flores tidak dilindungi.

Ditemukannya kembali Varanus komodoensis di Tanjung Kerita Mese dan Golo Mori tentunya merupakan kabar gembira. Artinya, habitat di kedua lokasi tersebut masih mendukung sebagai habitat satwa purba itu. “Temuan ini mempertegas bahwa bentang alam Mbeliling adalah habitat penting bagi keanekaragaman hayati,” ujar Tim Leader Burung Indonesia Program Mbeliling, Tiburtius Hani. Tanjung Kerita Mese dan Golo Mori merupakan bagian dari bentang alam Mbeliling, Manggarai Barat.

Sebelumnya, bentang alam Mbeliling tercatat sebagai habitat bagi empat jenis burung endemik Flores. Jenis tersebut yaitu gagak flores Corvus florensis, serindit flores Loriculus flosculus, celepuk flores Otus alfredi, dan kehicap flores Monarcha sacerdotum. (Tri Susanti)

id_IDIndonesian