Skip to content Skip to footer

Elang Jawa: Sang Penguasa Angkasa Pulau Jawa

Elang jawa (Nisaetus bartelsi) adalah burung endemis Pulau Jawa yang karismatik dengan jambul yang khas. Matanya berwarna kuning dengan paruh melengkung berujung tajam, serta kaki berbulu dan cakar kokoh yang siap menerkam mangsanya. Panjang tubuhnya 60-70 cm dengan bentang sayap lebih dari satu meter dan bobot sekira 2-2,5 kg. Uniknya, elang jawa betina dewasa biasanya lebih besar dari pejantan, fenomena yang dikenal sebagai reversed sexual dimorphism.

Elang jawa adalah burung pemangsa yang dilindungi karena sangat langka. Populasinya diperkirakan hanya sekitar 300-500 individu di Jawa dan Bali. Ancaman utama yang dihadapi termasuk perburuan liar, penyempitan habitat, dan laju reproduksi yang lambat. Elang jawa betina hanya bertelur satu butir setiap musim berbiak dan memerlukan waktu lama untuk merawat anaknya.

Elang jawa dilindungi oleh berbagai peraturan mulai dari tingkat nasional hingga internasional. IUCN mengategorikannya sebagai spesies terancam punah dengan status Genting (Endangered), dan CITES melarang perdagangan internasional tanpa izin. Perlindungan ini penting mengingat peran elang jawa sebagai penyeimbang ekosistem. Mereka membantu mengendalikan populasi mangsa seperti tikus yang bisa menjadi hama pertanian.

Elang jawa menghuni hutan-hutan di Pulau Jawa hingga ketinggian 3.000 mdpl. Mereka membangun sarang di pohon tertinggi di lereng bukit, biasanya pohon rasamala, pasang, pinus, puspa, dan ki sireum. Sarangnya berbentuk mangkuk terbuat dari ranting, akar anggrek, dan dedaunan, terletak pada ketinggian 30 meter atau lebih.

Sebagai pemangsa puncak, elang jawa memangsa mamalia kecil hingga sedang seperti kelelawar, bajing, tupai, tikus, burung, dan reptilia. Mangsa terbesar mereka adalah anak monyet dan kancil, namun yang paling disukai adalah bajing dan tupai.

Kehadiran elang jawa menunjukkan tingginya keragaman fauna di suatu habitat. Sebagai pemangsa puncak, mereka berperan mengatur jumlah binatang yang menjadi mangsanya, sehingga menjaga keseimbangan ekosistem. Keberadaan elang jawa juga menjadi indikator kebersihan lingkungan, karena mereka akan tersingkir jika habitatnya tercemar.

Melindungi elang jawa adalah tugas penting untuk menjaga keseimbangan alam. Dengan menjaga hutan Jawa tetap lestari, kita memastikan elang jawa tetap ada. Keberadaan elang jawa yang sehat menandakan hutan yang bersih dan ekosistem yang seimbang.

id_ID